Bagi anak-anak muda Jakarta yang sering nongkrongdi sekitaran Blok M, tentu tidak asing lagi dengan tempat makan yang satu ini. Jakarta- Memasuki akhir pekan, waktunya untuk nongkrongbersama teman-teman dan kolega. Biasanya, restoran atau warung kopi menjadi pilihan anak muda Jakarta menghabiskan waktu luangnya. Kamu bisa menjumpai jejeran baskom berisi gulai tambusu, gulai jeroan, itiak lado muda, ikan bilih goreng, dendeng batokok, rendang, paru goreng, hingga ayam pop. Ingin makan soto ayam atau soto ceker dengan kuah yang segar?

Pada desain dengan keadaan teritori yang klasik, seperti tertentu Italia ala 1930-an, dikau dapat merasakan kenikmatan es krim ini dengan padat keromantisan bersama istri & anak-anak. Soto Betawi disajikan dengan kuah santan dengan kental. Anda bisa memilih2x isiannya dengan daging aja atau dicampur dengan isi perut. Harga satu porsinya pas terjangkau, yaitu sekitar Rp38 ribu. Jam bukanya daripada pagi hingga malam tarikh sekitar pukul 20. 00 WIB.

Kalau ke daerah Blok M Plaza, terutama dekat GOR Bulungan, untuk mencari kuliner dalam malam hari, biasanya kesukaan jatuh ke Gultik nama pseudonim gulai tikungan. Lokasinya disubkultur ke loksem sejak tahun 2017 lalu yang bikin pengunjung lebih nyaman buat menikmati bubur langsung dalam tempat.

Sajian soto Betawi adalah satu dari sekian sedikit makanan tradisional dengan berhasil menjadi tuan wisma di daerahnya sendiri. Soto Betawi sendiri tidak rontok nikmat dibandingkan dengan kaum soto lain dari kawasan di luar Jakarta. Walakin zaman makin berkembang, kurang lebih kuliner tersebut tetap punya pelanggan setianya dari kurang lebih kalangan usia, termasuk dibanding generasi muda saat tersebut. “Nah, saya langsung merasa kalau pada waktu ini belum ada buku nun isinya menulis tentang lagak kuliner Jakarta dari tapak pandang warga Jakarta otonom. Ketika bertemu dengan Studio Geometry, saya dan Natasha Lucas pun langsung brainstorm mengenai ide ini dengan rupanya juga cocok.

kuliner jakarta

Jika jawabannya iya, maka kamu wajib coba Soto Ayam Ceker Gandaria ini. Dari awal tahun 2000-an hingga sekarang sepertinya Mas No, si pedagang mi ayam jamur yang terkenal di daerah Taman Puring masih konsisten dengan gerobaknya.

Jadilah kami mengerjakan Top Tables bersama-sama, ” katanya. Tentu seperti tempat makan suku lima pada umumnya, pajak panganan di Taman Suropati dijual dengan harga dengan terjangkau, mulai dari Rp ribu. Selain itu, Taman Suropati menyuguhkan tempat menjarah murah. Uniknya, pengunjung dengan makan di sekitar wilayah tersebut, duduk lesehan dalam atas tikar yang disediakan pedagang kaki lima disana.